Peringati Hari Bumi 2026, Pertamina EP Sangatta Field Gelar Aksi Penanaman Pohon dan Pengurangan Sampah Plastik
POSKOTAKALTIMNEWS, KUTIM: PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar Aksi Cinta Bumi berupa penanaman pohon di area operasi ST-220, Dusun Silvaduta, Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, pada 15 April 2026. Kegiatan penanaman pohon melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Balai Taman Nasional Kutai, Polres Kutai Timur, Kodim 0909 Kutai Timur, Lanal Sangatta, Pemerintah Kecamatan dan Desa Sangatta Selatan, serta masyarakat setempat. Kegiatan yang bertema “Kolaborasi Hijau Pertamina untuk Bumi Lestari melalui Penanaman Pohon. Wujudkan Investasi Kecil untuk Dampak yang Lebih Besar” ini digelar untuk menyongsong Hari Bumi 2026, yang diperingati setiap tanggal 22 April.
Pada kegiatan kali ini,
PEP Sangatta Field menanam 333 pohon, yang terdiri dari berbagai jenis tanaman
darat seperti mahang damar, meranti, laban, trembesi, mahoni, dan ulin. Jenis
pohon tersebut dipilih karena memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyerap
emisi karbon. Pohon trembesi dewasa, misalnya, mampu menyerap hingga sekitar
28,5 ton CO2 per tahun sehingga turut mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Aksi Cinta Bumi ini tidak
hanya berupa penanaman pohon, tetapi juga diisi dengan edukasi lingkungan
kepada para peserta yang hadir, berupa kampanye pengurangan sampah plastik
melalui penerapan jamuan ramah lingkungan dan ajakan penggunaan botol minum
pribadi dalam aktivitas sehari–hari.
Pjs Field Manager PEP
Sangatta Field, Radhintya Danas, menyampaikan komitmen Perusahaan untuk terus
berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup, khususnya gerakan penghijauan
nasional. “Kegiatan Aksi Cinta Bumi ini menjadi langkah penting dari upaya
bersama untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga
lingkungan,” jelasnya.
Menurutnya, melalui
kegiatan ini, PEP Sangatta Field dapat berkontribusi dalam menciptakan
lingkungan yang hijau di sekitar wilayah operasi Perusahaan sebagai langkah
strategis menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, patuh, dan ramah
lingkungan. Penanaman pohon akan mendukung keberlanjutan lingkungan untuk
masyarakat dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan
oleh Camat Sangatta Selatan, Dewi, yang menilai kegiatan ini sebagai langkah
nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan
penanaman pohon yang dilakukan oleh PEP Sangatta Field. Tidak semua instansi
mengingat Hari Bumi, namun hari ini dibuktikan dengan kontribusi nyata
Pertamina dalam menjaga lingkungan. Kami juga mengapresiasi upaya pengurangan
sampak plastik dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager
Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan
menjelaskan keyakinan Perusahaan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati dan
membangun kesadaran lingkungan adalah fondasi dalam mendukung kebijakan
keberlanjutan yang penting bagi masa depan Indonesia. ”Program ini merupakan
salah satu kegiatan yang kami laksanakan sebagai wujud komitmen untuk
menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan untuk mendukung operasi hulu migas
yang selamat, andal, ramah lingkungan, serta patuh terhadap ketentuan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Dony, PHI dan
anak-anak perusahaan serta afiliasinya, seperti PEP Sangatta Field, terus
berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar wilayah
operasi Perusahaan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan melalui
kegiatan penanaman pohon dan pengelolaan sampah. ”Selama lima tahun terakhir,
kami melakukan penanaman lebih dari 600 ribu pohon, seperti mangrove, pohon
endemik Kalimantan, termasuk pohon buah-buahan di sekitar wilayah operasi hulu
migas Perusahaan di Kalimantan, untuk mendukung konservasi flora dan fauna, dan
pengurangan emisi karbon,” imbuhnya.
Melalui kegiatan tersebut,
PEP Sangatta Field terus menghadirkan inisiatif pelestarian lingkungan yang
berdampak jangka panjang, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan,
pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah operasi.(*)